Monday, April 20, 2015

CONTOH PROPOSAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) - PROFIL MANAJEMEN PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN DARUSSALAM KOTA BENGKULU

PROFIL MANAJEMEN PENDIDIKAN
PONDOK PESANTREN DARUSSLAM
KOTA BENGKULU

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Secara histories pertumbuhan dan perkembagan pendidikan Islam di Indonesia sangat terkait erat dengan kegiatan dakwah Islamiyah. Pendidikan Islam berperan sebagai mediator dimana ajaran Islam dapat disosialisasikan kepada masyarakat dalam berbagai tingkatannya. Melalui pendidikan inilah, masyarakat Indonesia dapat mamahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan ketentuan Al-Qur'an dan As-Sunah. Sehubungan dengan itu tingkat kedalaman pemahaman penghayatan dan pengalaman masyarakat terhadap ajaran Islam amat tergantung pada tingkat kualitas pendidikan Islam yang diterimanya. Pendidikan Islam tersebut berkembang setahap demi setahap hingga mencapai tahapan seperti sekarang ini.

1
 
Bertolak dari kerangka tersebut di atas, maka pendidikan Islam di Indonesia seringkali berhadapan dengan berbagai problematika yang tidak ringan. Menurut Sudirman dkk, ( 1986 : 65 ) bahwa “ sebagai sebuah sistem pendidikan Islam mengandung berbagai kornponen antarasatu dan lainnya saling berkaiatan “. Sedangkan menurut Nata, ( 2003 : 2 ) Komponen pendidikan tersebut meliputi : Landasan, tujuan, kurikulum, kompetensi dan profesionalisme guru, pola hubungan guru dengan murid metodelogi pembelajaran, sarana dan prasarana, evaluasi, pembiayaan dan lain sebagainya. Landasan dan dasar pendidikan Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah belum benar-benar digunakan sebagaimana mestinya. “ hal ini sebagai akibat belum adanya sarjana dan pakar di Indonesia yang secara khusus mendalami pemahaman Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam perspektif pendidikan Islam.” (Ibid : 2). Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an yang berbunyi :
×ptƒ#ur ãNßg©9 ã@ø©9$# ãn=ó¡nS çm÷ZÏB u$pk¨]9$# #sŒÎ*sù Nèd tbqßJÎ=ôàB ÇÌÐÈ   ß§ôJ¤±9$#ur ̍øgrB 9hs)tGó¡ßJÏ9 $yg©9 4 y7Ï9ºsŒ ãƒÏø)s? ̓Íyèø9$# ÉOŠÎ=yèø9$# ÇÌÑÈ   tyJs)ø9$#ur çm»tRö£s% tAÎ$oYtB 4Ó®Lym yŠ$tã Èbqã_óãèø9$%x. ÉOƒÏs)ø9$# ÇÌÒÈ   Ÿw ß§ôJ¤±9$# ÓÈöt7.^tƒ !$olm; br& x8Íôè? tyJs)ø9$# Ÿwur ã@ø©9$# ß,Î/$y Í$pk¨]9$# 4 @@ä.ur Îû ;7n=sù šcqßst7ó¡o ÇÍÉÈ  
Artinya : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkan siang dari malam itu, Maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. Adapun matahari di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir, kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis peredarannya.” ( Al-Qur’an, Yasiin : 37-40)

Dengan mengambil I’tibar dari ayat tersebut diatas segala apa yang ada di alam semesta ini merupakan system kehidupan dimana komponen-komponennya saling berkaitan satu dengan yang lain dan tidak terpisahkan termasuk di dalam mengenai manajemen pendidikan.
Sebagai akibat dari kekurangan tersebut di atas, maka tujuan dan visi pendidikan Islam juga masih belum berhasil dirumuskan dengan baik.
Tujuan pendidikan seringkali diarahkan untuk menghasilkan manusia-manusia yang hanya menguasai ilmu Islam saja, dan visinya diarahkan untuk mewujudkan menusia yang shaleh dalam arti yang taat beribadah dan gemar beramal untuk tujuan akhirat. Akibat dari keadaan yang demikian ini, maka lulusan pendidikan Islam hanya memiliki kesempatan dan peluang yang terbatas, yaitu hanya sebagai pengawal moral bangsa. Mereka kurang mampu bersaing dan tidak mampu merebut peluang dan kesempatan yang tersedia dalam memasuki lapangan kerja. Akibat lebih lanjut lulusan pendidikan Islam semakin termarginalisasikan dan tak berdaya. Keadaan yang demikian merupakan masalah besar yang perlu segera diatasi, Iebih-lebih lagi jika dihubungkan dengan adanya persaingan yang makin kompetitif pada era globalisasi.
Permasalahan tersebut diatas, semakin diperparah oleh tidak tersedianya tenaga pendidik Islam yang professional, tenaga pendidik yang selain menguasai materi ilmu yang diajarkan secara baik dan benar, juga harus mampu mengajarkannya secara efisien dan efektif kepada para siswa, serta harus pula memiliki idealisme.
Sejalan dengan penyeleggaraan pendidikan formal, memang beberapa Pesantren mengalami perkembangan pada aspek manajemen, organisasi, dan administrasi pengelolaan keuangan. Pengaruh sistem pendidikan formal menuntut kejelasan pola hubungan dan pembagian kerja diantara unit-unit kerja.
Kasus lain, beberapa pesantren sudah membentuk badan pengurus harian sebagai " lembaga payung “ yang khusus mengclola dan menangani kegiatan-kegiatan pesantren, misalnya pendidikan fbrmal, diniyah. pengajian majelis ta'lim, sampai pada masalah penginapan (asrama) santri, kerumahtanggaan, kehimasan dan sebagainya. Pada tipe pesantren ini pembagian kerja antar unit sudah berjalan dengan baik meskipun tetap saja kyai memiliki pengaruh yang kuat.
Perkembangan tersebut tidak merata di semua pesantren dan hal ini tidak termasuk di Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu. Secara umum pesantren Darussalam masih menghadapi masalah ketersediaan SDM yang profesional dan penerapan manajemen yang belum begitu terarah kepada kemajuan, juga pada pesantren umunnya misalnya tiadanya pemisahan yang jelas antara yayasan, pimpinan, madrash, guru dan staf administrasi, kurang adanya transparansi pengelolaan masalah keuangan, belum terdistribusinya peran pengelolaan pendidikan dan banyaknya penyelenggaraan adrninistrasi yang kurang sesuai dengan standar, serta unit-unit kerja belum bekerja dengan sesuai aturan baku organisasi. Rekruitmen guru, pengembangan akademik, bobot kerja yang kurang sesuai dengan aturan yang baku. Penyelenggaraan kegiatan seringkali tanpa perencanaan.
Kendala ini jika ditilik dari sudut pandang manajemen modern memang kurang baik. Kenyatann ini harus dikatakan secara hati-hati. Sebab kultur pesantren tidak bisa dilihat secara hitam-putih dan dipertentangkan dengan kultur modern. Bagi sebagian pengasuh pesantren barang kali ada beban psikologis untuk rnenerapkan begitu saja manaiemen modern. Hubungan personal yang begitu lekat di pesantren belum bisa diganti dengan pola.hubungan impersonal seperti berlaku dalam manajemen modern.
Berdasar uraian diatas, penulis mencoba mengangkat permasalahan tersebut kedalam sebuah penetitian yang berbentuk skripsi yang berjudul " Profil Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu".

B.     Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.      Rumusan Masalah.
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut diatas ditemukan permasalahan sebagai berikut :
a.       Bagaimanakah Profil Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu ?
b.      Bagaimanakah upaya untuk meningkatkan Profil Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu
2.      Batasan Masalah.
Mengingat luas dan kompleknya cakupan masalah, maka skripsi ini dibatasi pada masalah Profil manajemen, pengembangan model evaluasi pesantren, bimbingan potensi santri, dan pengelolaan keuangan Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu.

C.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
a.       Untuk mengetahui profil manajemen pendidikan pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu.
b.      Untuk mengetahui upaya bagaimana meningkatkan profil manajemen pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu.
2.      Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian secara umum adalah :
a.       Untuk menambah wawasan penulis tentang profil maneiemen pendidikan pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu
b.      Untuk memberi masukan kepada semua pihak agar bersama-sama berupaya dalam meningkatkan manajemen pendidikan Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu
Kegunaan penelitian ini secara khusus :
a.       Menambah wawasan penulis untuk membantu memajukan pendidikan Islam secara umum
b.      Untuk menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Bengkulu sekaligus memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam ( S.Pd.I ) jurusan Tarbiyah


D.    Sistematika Penulisan
Penyusunan Penelitian ini disusun secara sistematik bahasan sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan terdiri dari Latar Belakang, Rumusan dan Batasan Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian,dan Sistematika Penulisan.
Bab II Profil Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren terdiri dari Potret, Potensi Pondok Pesantren, Pola Pengasuhan Pesantren, Inovasi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum Pesantren, Pengembangan Model Evaluasi Pesantren, Bimbingan Potensi Santri, Pengelolaan Keuangan
Bab III Metodologi Penelitian Terdiri dari Defenisi Operasional Variabel Penelitian, Sumber Data ( Data Primer dan Data Sekunder ), Populasi dan Sample, Pengumpulan Data ( Observasi, Wawancara, Dokumentasi ), Teknik Analisa Data.
Bab lV Hasil Penelitian terdiri dari Diskripsi Pondok Pesantren Di Kota Bengkulu, Profil Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren di Kota Bengkulu, Upaya untuk Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Kota Bengkulu.
Bab V Penutup terdiri dari Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
.:"."


No comments:

Post a Comment