PONDOK
PESANTREN DARUSSLAM
KOTA BENGKULU
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Secara
histories pertumbuhan dan perkembagan pendidikan Islam di Indonesia sangat
terkait erat dengan kegiatan dakwah Islamiyah. Pendidikan Islam berperan
sebagai mediator dimana ajaran Islam dapat disosialisasikan kepada masyarakat
dalam berbagai tingkatannya. Melalui pendidikan inilah, masyarakat Indonesia
dapat mamahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan ketentuan
Al-Qur'an dan As-Sunah. Sehubungan dengan itu tingkat kedalaman pemahaman penghayatan
dan pengalaman masyarakat terhadap ajaran Islam amat tergantung pada tingkat
kualitas pendidikan Islam yang diterimanya. Pendidikan Islam tersebut
berkembang setahap demi setahap hingga mencapai tahapan seperti sekarang ini.
|
Bertolak
dari kerangka tersebut di atas, maka pendidikan Islam di Indonesia seringkali
berhadapan dengan berbagai problematika yang tidak ringan. Menurut Sudirman dkk,
( 1986 : 65 ) bahwa “ sebagai sebuah sistem pendidikan Islam mengandung
berbagai kornponen antarasatu dan lainnya saling berkaiatan “. Sedangkan menurut
Nata, ( 2003 : 2 ) Komponen pendidikan tersebut meliputi : Landasan, tujuan,
kurikulum, kompetensi dan profesionalisme guru, pola hubungan guru dengan murid
metodelogi pembelajaran, sarana dan prasarana, evaluasi, pembiayaan dan lain
sebagainya. Landasan dan dasar pendidikan Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah
belum benar-benar digunakan sebagaimana mestinya. “ hal ini sebagai akibat
belum adanya sarjana dan pakar di Indonesia yang secara khusus mendalami
pemahaman Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam perspektif pendidikan Islam.” (Ibid :
2). Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an yang berbunyi :
×pt#ur ãNßg©9 ã@ø©9$# ãn=ó¡nS çm÷ZÏB u$pk¨]9$# #sÎ*sù Nèd tbqßJÎ=ôàB ÇÌÐÈ ß§ôJ¤±9$#ur ÌøgrB 9hs)tGó¡ßJÏ9 $yg©9 4 y7Ï9ºs ãÏø)s? ÍÍyèø9$# ÉOÎ=yèø9$# ÇÌÑÈ tyJs)ø9$#ur çm»tRö£s% tAÎ$oYtB 4Ó®Lym y$tã Èbqã_óãèø9$%x. ÉOÏs)ø9$# ÇÌÒÈ w ß§ôJ¤±9$# ÓÈöt7.^t !$olm; br& x8Íôè? tyJs)ø9$# wur ã@ø©9$# ß,Î/$y Í$pk¨]9$# 4 @@ä.ur Îû ;7n=sù cqßst7ó¡o ÇÍÉÈ
Artinya : “Dan
suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam, Kami
tanggalkan siang dari malam itu, Maka dengan serta merta mereka berada dalam
kegelapan. Adapun matahari di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang
Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan
manzilah-manzilah, sehingga setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir, kembalilah
dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin matahari mendapatkan bulan
dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis
peredarannya.” ( Al-Qur’an, Yasiin : 37-40)
Dengan
mengambil I’tibar dari ayat tersebut diatas segala apa yang ada di alam semesta
ini merupakan system kehidupan dimana komponen-komponennya saling berkaitan
satu dengan yang lain dan tidak terpisahkan termasuk di dalam mengenai
manajemen pendidikan.
Sebagai
akibat dari kekurangan tersebut di atas, maka tujuan dan visi pendidikan Islam juga
masih belum berhasil dirumuskan dengan baik.
Tujuan
pendidikan seringkali diarahkan untuk menghasilkan manusia-manusia yang hanya menguasai
ilmu Islam saja, dan visinya diarahkan untuk mewujudkan menusia yang shaleh dalam
arti yang taat beribadah dan gemar beramal
untuk tujuan akhirat. Akibat dari keadaan yang demikian ini, maka lulusan
pendidikan Islam hanya memiliki kesempatan dan peluang yang terbatas, yaitu hanya
sebagai pengawal moral bangsa. Mereka kurang mampu bersaing dan tidak mampu
merebut peluang dan kesempatan yang tersedia dalam memasuki lapangan kerja.
Akibat lebih lanjut lulusan pendidikan Islam semakin termarginalisasikan dan tak berdaya.
Keadaan yang demikian merupakan masalah besar yang perlu segera diatasi,
Iebih-lebih lagi jika dihubungkan dengan adanya persaingan yang makin kompetitif
pada era globalisasi.
Permasalahan
tersebut diatas, semakin diperparah oleh tidak tersedianya tenaga pendidik
Islam yang professional, tenaga pendidik yang selain menguasai materi ilmu
yang diajarkan secara baik dan benar, juga harus mampu mengajarkannya secara
efisien dan efektif kepada para siswa, serta harus pula memiliki idealisme.
Sejalan
dengan penyeleggaraan pendidikan formal, memang beberapa Pesantren
mengalami perkembangan pada aspek manajemen, organisasi, dan administrasi
pengelolaan keuangan. Pengaruh sistem pendidikan formal menuntut kejelasan pola
hubungan dan pembagian kerja diantara unit-unit kerja.
Kasus
lain, beberapa pesantren sudah membentuk badan pengurus harian sebagai " lembaga
payung “ yang khusus mengclola dan menangani kegiatan-kegiatan pesantren, misalnya pendidikan
fbrmal, diniyah. pengajian majelis ta'lim, sampai
pada masalah penginapan (asrama) santri, kerumahtanggaan, kehimasan dan sebagainya. Pada tipe pesantren ini pembagian kerja
antar unit sudah berjalan dengan baik meskipun tetap saja kyai memiliki
pengaruh yang kuat.
Perkembangan tersebut
tidak merata di semua pesantren dan hal ini tidak termasuk di Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu. Secara
umum pesantren Darussalam masih menghadapi masalah ketersediaan SDM yang profesional dan penerapan manajemen yang belum begitu terarah
kepada kemajuan, juga pada pesantren umunnya misalnya tiadanya pemisahan
yang jelas antara yayasan, pimpinan, madrash, guru dan staf administrasi,
kurang adanya transparansi pengelolaan masalah keuangan, belum
terdistribusinya peran pengelolaan pendidikan dan banyaknya penyelenggaraan
adrninistrasi yang kurang sesuai dengan standar, serta unit-unit kerja belum
bekerja dengan sesuai aturan baku organisasi. Rekruitmen guru, pengembangan
akademik, bobot kerja yang kurang sesuai dengan aturan yang baku.
Penyelenggaraan kegiatan seringkali tanpa perencanaan.
Kendala ini
jika ditilik dari sudut pandang manajemen modern memang kurang baik. Kenyatann ini harus dikatakan secara hati-hati. Sebab
kultur pesantren tidak bisa dilihat secara hitam-putih dan dipertentangkan
dengan kultur modern. Bagi sebagian pengasuh pesantren barang kali ada
beban psikologis untuk rnenerapkan begitu saja manaiemen modern. Hubungan personal yang begitu lekat di pesantren belum bisa diganti
dengan pola.hubungan impersonal seperti berlaku dalam manajemen modern.
Berdasar uraian
diatas, penulis mencoba mengangkat permasalahan tersebut kedalam sebuah penetitian yang berbentuk skripsi yang
berjudul " Profil Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren Darussalam Kota
Bengkulu".
B.
Rumusan
Masalah dan Batasan Masalah
1.
Rumusan
Masalah.
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut diatas ditemukan
permasalahan sebagai berikut :
a.
Bagaimanakah
Profil Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu ?
b.
Bagaimanakah
upaya untuk meningkatkan Profil Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren
Darussalam Kota Bengkulu
2.
Batasan
Masalah.
Mengingat luas dan kompleknya cakupan masalah, maka skripsi ini
dibatasi pada masalah Profil manajemen, pengembangan model evaluasi pesantren, bimbingan
potensi santri, dan pengelolaan keuangan Pondok Pesantren Darussalam Kota
Bengkulu.
C.
Tujuan
dan Kegunaan Penelitian
1.
Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
a.
Untuk
mengetahui profil manajemen pendidikan pondok Pesantren Darussalam Kota
Bengkulu.
b.
Untuk
mengetahui upaya bagaimana meningkatkan profil manajemen pendidikan di Pondok
Pesantren Darussalam Kota Bengkulu.
2.
Kegunaan
Penelitian
Kegunaan penelitian secara umum adalah :
a.
Untuk
menambah wawasan penulis tentang profil maneiemen pendidikan pondok Pesantren
Darussalam Kota Bengkulu
b.
Untuk
memberi masukan kepada semua pihak agar bersama-sama berupaya dalam
meningkatkan manajemen pendidikan Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu
Kegunaan penelitian ini secara
khusus :
a.
Menambah
wawasan penulis untuk membantu memajukan pendidikan Islam secara umum
b.
Untuk
menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Bengkulu sekaligus
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam ( S.Pd.I ) jurusan Tarbiyah
D.
Sistematika
Penulisan
Penyusunan
Penelitian ini disusun secara sistematik bahasan sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
terdiri dari Latar Belakang, Rumusan dan Batasan Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian,dan
Sistematika Penulisan.
Bab II Profil Manajemen
Pendidikan Pondok Pesantren terdiri dari Potret, Potensi Pondok Pesantren, Pola
Pengasuhan Pesantren, Inovasi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum Pesantren, Pengembangan
Model Evaluasi Pesantren, Bimbingan Potensi Santri, Pengelolaan Keuangan
Bab III Metodologi
Penelitian Terdiri dari Defenisi Operasional Variabel Penelitian, Sumber Data (
Data Primer dan Data Sekunder ), Populasi dan Sample, Pengumpulan Data ( Observasi,
Wawancara, Dokumentasi ), Teknik Analisa Data.
Bab lV Hasil Penelitian
terdiri dari Diskripsi Pondok Pesantren Di Kota Bengkulu, Profil Manajemen Pendidikan
Pondok Pesantren di Kota Bengkulu, Upaya untuk Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam
di Kota Bengkulu.
Bab V Penutup
terdiri dari Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
.:"."
No comments:
Post a Comment