BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Tafsir merupakan bidang studi yang
dipelajari oleh pelajar. Disini pemakalah memaparkan ayat tentang penciptaan
siang dan malam.
Meskipun makalah ini tergolong masih
kurang sempurna, namun pemakalah membuatnya semaksimal mungkin, agar faham tentang penciptaan siang
dan malam.
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang penulis
diatas pemakalah memaparkan masalah sebagai berikut :
1.
Penjelasan tentang penciptaan siang dan malam
2.
Munasabab turunnya ayat penciptaan siang dan malam
C.
TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah ini
adalah :
1.
Agar mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang penciptaan siang
dan malam
2.
Agar tahu apa saja ayat tentang penciptaan siang dan malam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
AYAT TENTANG PENCIPTAAN SIANG DAN MALAM
1.
Surat Al-Qashash Ayat 71-73 (Cerita-cerita)
Ayat ini termasuk ayat Makiyyah.
ö@è% óOçG÷uäur& bÎ) @yèy_ ª!$# ãNà6øn=tæ @ø©9$# #´tB÷| 4n<Î) ÏQöqt ÏpyJ»uÉ)ø9$# ô`tB îm»s9Î) çöxî «!$# Nà6Ï?ù't >ä!$uÅÒÎ/ ( xsùr& cqãèyJó¡n@ ÇÐÊÈ ö@è% óOçF÷uäur& bÎ) @yèy_ ª!$# ãNà6øn=tæ u$pk¨]9$# #´tBöy 4n<Î) ÏQöqt ÏpyJ»uÉ)ø9$# ô`tB îm»s9Î) çöxî «!$# Nà6Ï?ù't 9@øn=Î/ cqãYä3ó¡n@ ÏmÏù ( xsùr& crçÅÇö7è? ÇÐËÈ `ÏBur ¾ÏmÏGyJôm§ @yèy_ â/ä3s9 @ø©9$# u$yg¨Y9$#ur (#qãZä3ó¡oKÏ9 ÏmÏù (#qäótGö;tGÏ9ur `ÏB ¾Ï&Î#ôÒsù ö/ä3¯=yès9ur tbrãä3ô±n@ ÇÐÌÈ
71. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah
menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan
selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka Apakah kamu
tidak mendengar?"
72. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah
menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan
selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat
padanya? Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?"
73. Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang,
supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari
karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
2.
Surat An-Nuur Ayat 44 (Cahaya)
Ayat ini termasuk ayat Madaniyah.
Ü=Ïk=s)ã ª!$# @ø©9$# u$yg¨Y9$#ur 4 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºs Zouö9Ïès9 Í<'rT[{ Ì»|Áö/F{$# ÇÍÍÈ
44.
Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang
tajam.
3.
Surat An-Naba’ Ayat 10-11
Ayat ini termasuk ayat Makiyyah.
$uZù=yèy_ur @ø©9$# $U$t7Ï9 ÇÊÉÈ $uZù=yèy_ur u$pk¨]9$# $V©$yètB ÇÊÊÈ
10. Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian
11. Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.
B.
PENJELASAN TENTANG AYAT LARANGAN MENYEKUTUKAN ALLAH
1.
Al-Qashash Ayat 71-73
Allah Wajib Dipuji Karena Nikmat-Nya
Setelah
menjelaskan bahwa Dia-lah yang berhak dipuji atas segala nikmat dan karunia
yang dianugerahkan-Nya, selanjutnya dalam ayat-ayat ini Allah merinci beberapa
nikmat yang karenanya Dia wajib dipuji, dan tidak seorangpun selain-Nya yang
kuasa untuk memberikan nikmat itu.
|
PENJELASAN
Katakanlah
hai rasul kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, “ wahai kaum,
beritahukanlah kepadaku, sekiranya Allah menjadikan bagi kalian malam
terus-menerus tanpa siang hingga hari kiamat, maka sembahan manakah selain
Allah yang akan mendatangkan sinar siang, sehingga kalian dapat menerangi diri
dengannya?”.
|
Tidak
diragukan lagi, dalam uslub ini terdapat cemoohan, teguran keras pada
kepastian,
Apakah
kalian tidak mendengar apa yang dikatakan kepada kalian sambil merenungi dan
memikirkannya, sehingga kalian ingat dan mengetahui bahwa Tuhan kalian adalah
Dia yang mendatangkan malam dan menghilangkan siang apabila Dia menghendaki,
dan apabila Dia menghendaki pula Dia mendatangkan siang dan melenyapkan malam.
Tidak seorang pun selian-Nya kuasa untuk melakukakn hal itu.
Kemudian
Allah menjelaskan bahwa pergntian antara malam dan siang adalah karunia dan
rahmat Allah :
|
|
Diantara
kasih sayang Allah terhadap kalian, wahai umat manusia ialah bahwa Dia telah
menciptakan malam dn siang bagi kalian, serta mepergilirkan antara keduanya,
Dia menjadikan malam gelap agar waktu itu kalian dapat memberikan istirahat
kepada fisik kalian dari kelelahan mengerjakan berbagai urusan di waktu siang.
Dan menjadikan siang terang agar pada waktu itu kalian dapat mengerjakan
berbagai urusan penghidupan kalian dan mencapai rezeki-Nya yang Dia beagikan di
anatara kalian dengan karunia-Nya.
Dan
agar kalian siap untuk bersyukur kepada-Nya atas pemberian nikmat-Nya kepada
kalian, serta agar kalian memurnikan pujian kepada-Nya semata, karena tidak ada
sekutu pun yang menyertai-Nya dalam memberikan nikmat kepada kalian itu, tidak
pula patut Dia mempunyai sekutu yang dipuji bersama-Nya.
Allah
swt berfirman, menyebut di antara nikmat-nikmat yang diberikan kepada
makhluk-Nya, ialah pergantian waktu malam dan siang yang menjadi kebuthan vital
bagi kehidupan manusia, sehingga andaikata Allah menjadikan waktu malam it
uterus-menerus tanpa diselingi oleh siang, niscaya akan membawa mudharat dan
akan menjemukan serta membosankan dan sebaliknya jika seandainya Allah
menjadikan siang it uterus-menerus tanpa diselingi malam, juga akan membawa
mudharat, karena tubuh akan menjadi capek dan lemas dari gerak yang tidak hentinya
tanpa istirahat. Karenanya Allah berfirman bahwa karena rahmat-Nya kepada
hamba-hamba-Nyalah Allah menjadikan malam dan siang silih berganti; malam untuk
beristirahat dan siang untuk berusaha dan bergerak mencari nafkah dan rezeki
yang Allah mengkaruniakan bagi hamba-hamba-Nya. Maka hendaklah orang bersyukur
kepada Allah atas nikmat dan karunia-Nya itu dengan berbagai ibdah di waktu
malam maupun siang.
Ringkasan
: sesungguhnya malam dan siang adalah dua nikmat yang silih berganti sepanjang
masa. Setiap orang sangat membutuhkan keduanya, karena ia mesti butuh bekerja
dalam hidupnya untuk memperoleh pangan, sedangkan hal itu tidak akan mudah ia
peroleh jika tidak ada sianr siang, sebagaimana halnya pencarian rezeki tidak
akan sempurna sebelum ia memperoleh istirahat di waktu malam. Tidak seorang pun
kuasa melakukan hal itu selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa.
Diakhirinya
kedua ayat dengan kalimat afala tasma’un (apakah kalian tidak mendengar)
dan afala tubsirun (apakah kalian tidak melihat), dimaksudkan untuk
menjelaskan bahwa mereka tidka memanfaatkan pendengaran dan penglihatan, mereka
diturunkan kepada kedudukan orang yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat
melihat.
2.
An-Nuur Ayat 44
Perhatikanlah
awan itu, hai rasul yang mulia. Allah menggiringnya dengan kekuasaan-Nya,
sebagai sesuatu yang dicitakan-Nya, kemudian menyatukan bagian-bagiannya yang
terpecah dan menjadikan sebagiannya bertumpuk di atas sebagian yang lain, lalu
menurunkan hujan dari belahan-belahannya, juga menurunkan dari hujan itu
butiran-butiran embun yang besar, seakan gunung; kemudian menimpakan sebagian
daripadanya kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Disamping itu, awan ini
mengandung kilat yang menyambar dengan keras dan cepat, sehingga hampir-hampir
menyambar penglihatan. Hal ini merupakan dalil terkuat yang membuktikan
kesempurnaan kekuasaan Allah, karena sesuatu melahirkan sesuatu yang berlawanan
dengannya, yaitu air melahirkan api.
Perhatikan
pula pergantian siang dan malam dan keseimbangan keduanya dengan memperpanjang
yang satu dan mengurangi yang lain, serta perubahan keadaan keduanya dengan
panas dan dingin. Sesungguhnya dalam hal ini benar-benar terdapat pelajaran
bagi orang yang berakal, karena hal itu merupakan dalil yang sangat jelas bahwa
ia mempunyai pengatur yang tidak serupa dengan apapun.
|
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw, bersabda :
“Allah
Ta’ala berfirman : Anak Adam menyakiti Aku dengan memaki masa. Aku adalah masa;
Aku-lah yang menguasai segala perkara; Aku mengatur malam dan siang.”
(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
3.
An-Niba’ Ayat 10-11
Allah
menjadikan tidur pada malam hari untuk beristirahat dari kesibukan pekerjaan
pada siang hari, agar menghasilkan berbagai mata pencaharian. Dengan istirahat
waktu tidur itu, manusia dapat mengembalikan daya dan kekuatan untuk
melangsungkan pekerjaan pada keesokan harinya. Seandainya tidak diselingi oleh
istirahat tidur tentu kekuatan siapapun akan merosot sehingga tidak dapat melangsungkan
tugas sehari-hari.
Allah
menjadikan malam sebagai pakaian. Maksudnya malam itu gelap menutupi
permukaan bumi sebagaimana pakaian
menutup tubuh manusia. Hal itu berarti bahwa malam itu berfungsi sebagai
pakaian bagi manusia yang dapat menutupi auratnya pada waktu tidur dari
pandangan orang-orang yang mungkin melihatnya. Demikian pula sebagai pakaian,
maka gelap malam itu dapat melindungi dan menyembunyikan seseorang yang tidur
dari bahaya atau musuh yang sedang mengancam.
Allah
menjadikan siang untuk berusaha dan mencari rezeki yang diperlukan dalam
kehidupan dan untuk hidup bermasyarakat.
C.
PENJELASAN KOSA KATA SULIT AYAT PENCIPTAAN SIANG DAN MALAM.
1.
|
Surat
Al-Qashash Ayat 71-73
-
|
Ara’aytum : beritahukanlah
kepadaku.
-
|
As-Sarmad : yang
terus-menerus dan sambung-menyambung. Tarafah menegaskan makna ini :
|
|
“Demi
kamu, sungguh perkaraku tidak membuatku berduka; tidak siangku, tidak pula
malamku berlangsung terus-menerus.”
-
Taskununa fihi : kalian tetap di
dalamnya, seperti di dalam kerja keras.
2.
Surat An-Nuur Ayat 44
Yuzji : menggiring
dengan lembut dan mudah.
Yu’allifu : menyatukan
antara bagian-bagian dan potongan-potongannya.
Rukaman : bertumpuk-tumpuk,
sebagiannya berada di atas sebagian yang lain.
Al-Wadqu : hujan.
Min Khilalihi : dari
belahan-belahannya yang terjadi akibat pertumpukan; bentuk jamak dari khalal,
seperti jibal jamak dari jabal.
Min jibalin : dari
potongan-potongan besar yang menyerupai gunung.
As-Sina : sinar.
Yadzhabu bi
‘l-abshar :
menyambar penglihatan karena sinarnya yang sangat kuat dan kedatangannya yang
sangat cepat; seperti firman Allah di dalam surat Al-Baqarah :
ß%s3t ä-÷y9ø9$# ß#sÜøs öNèdt»|Áö/r& ( ÇËÉÈ
“Hampir-hampir
kilat itu menyambar penglihatan mereka.”
(Al-Baqarah , 2 ; 20).
Yuqallibu
‘l-Lahu al-laila wa ‘n-nahara : Allah mengatur malam dan siang, maka Dia mengambil kelebihan
dari yang satu untuk ditambahkan kepada kekurangan yang lain, sehingga keduanya
seimbang, serta mengubah keadaan keduanya dengan panas dan dingin.
Li’uli
‘l-abshar :
bagi orang-orang yang berakal dan mempunyai mata hati.
D.
HUKUM YANG TERKANDUNG
Dari
semua ayat diatas, maka kami menyimpulkan bahwa kita selaku manusia wajib
meyakini adanya Allah.
Dan
ayat diatas membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah swt, yang telah menciptakan
siang dan malam.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Bahwa
adanya siang dan mala mini membuktikan kekuasaan dan keesaan Allah. Allah
mengatur siang dan malam, Allah mengambil kelebihan dari yang satu untuk
ditambahkan kepada kekurangan yang lain. Sehingga terjadilah keseimbangan
antara siang dan malam. Dan disini Allah menenrangkan kekuasaannya bahwa ia
mempunyai pengaturan yang tidak serupa dengan apapun.
DAFTAR PUSTAKA
-
H. Salim Bahreisy, Tafsir Ibnu Katsier, Pt Ibnu Ilmu.
-
Ahmad Musthafa, Al-Maraghi, CV. Toha Putra Semarang.
No comments:
Post a Comment