Monday, April 20, 2015

MAKALAH PAI - MAKALAH TAFSIR TENTANG SIANG DAN MALAM

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Tafsir merupakan bidang studi yang dipelajari oleh pelajar. Disini pemakalah memaparkan ayat tentang penciptaan siang dan malam.
Meskipun makalah ini tergolong masih kurang sempurna, namun pemakalah membuatnya semaksimal  mungkin, agar faham tentang penciptaan siang dan malam.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang penulis diatas pemakalah memaparkan masalah sebagai berikut :
1.      Penjelasan tentang penciptaan siang dan malam
2.      Munasabab turunnya ayat penciptaan siang dan malam

C.    TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
1.      Agar mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang penciptaan siang dan malam
2.      Agar tahu apa saja ayat tentang penciptaan siang dan malam.





BAB II
PEMBAHASAN
A.    AYAT TENTANG PENCIPTAAN SIANG DAN MALAM
1.      Surat Al-Qashash Ayat 71-73 (Cerita-cerita)
Ayat ini termasuk ayat Makiyyah.
ö@è% óOçG÷ƒuäur& bÎ) Ÿ@yèy_ ª!$# ãNà6øn=tæ Ÿ@ø©9$# #´tB÷Ž|  4n<Î) ÏQöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# ô`tB îm»s9Î) çŽöxî «!$# Nà6Ï?ù'tƒ >ä!$uÅÒÎ/ ( Ÿxsùr& šcqãèyJó¡n@ ÇÐÊÈ   ö@è% óOçF÷ƒuäur& bÎ) Ÿ@yèy_ ª!$# ãNà6øn=tæ u$pk¨]9$# #´tBöy 4n<Î) ÏQöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# ô`tB îm»s9Î) çŽöxî «!$# Nà6Ï?ù'tƒ 9@øn=Î/ šcqãYä3ó¡n@ ÏmŠÏù ( Ÿxsùr& šcrçŽÅÇö7è? ÇÐËÈ   `ÏBur ¾ÏmÏGyJôm§ Ÿ@yèy_ â/ä3s9 Ÿ@ø©9$# u$yg¨Y9$#ur (#qãZä3ó¡oKÏ9 ÏmŠÏù (#qäótGö;tGÏ9ur `ÏB ¾Ï&Î#ôÒsù ö/ä3¯=yès9ur tbrãä3ô±n@ ÇÐÌÈ  

71. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka Apakah kamu tidak mendengar?"
72. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?"
73. Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

2.      Surat An-Nuur Ayat 44 (Cahaya)
Ayat ini termasuk ayat Madaniyah.
Ü=Ïk=s)ムª!$# Ÿ@ø©9$# u$yg¨Y9$#ur 4 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºsŒ ZouŽö9Ïès9 Í<'rT[{ ̍»|Áö/F{$# ÇÍÍÈ  
44. Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam.
3.      Surat An-Naba’ Ayat 10-11
Ayat ini termasuk ayat Makiyyah.
$uZù=yèy_ur Ÿ@ø©9$# $U$t7Ï9 ÇÊÉÈ   $uZù=yèy_ur u$pk¨]9$# $V©$yètB ÇÊÊÈ  
10. Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian
11. Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.

B.     PENJELASAN TENTANG AYAT LARANGAN MENYEKUTUKAN ALLAH
1.      Al-Qashash Ayat 71-73
Allah Wajib Dipuji Karena Nikmat-Nya
Setelah menjelaskan bahwa Dia-lah yang berhak dipuji atas segala nikmat dan karunia yang dianugerahkan-Nya, selanjutnya dalam ayat-ayat ini Allah merinci beberapa nikmat yang karenanya Dia wajib dipuji, dan tidak seorangpun selain-Nya yang kuasa untuk memberikan nikmat itu.
   قُلْ اَرَءَيتْمُ ْاِنْ جَعَلَ ا للهُ عَلَيْكُمُ اّلَيْلَ سَرْ مَدً ااِلى يَوْمِ اْلقِيَمةِ مَنْ اِلهٌ غَيْرُ الله يَأْ تِيْكُمْ بِضِيَآ ءٍ
 
PENJELASAN

Katakanlah hai rasul kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, “ wahai kaum, beritahukanlah kepadaku, sekiranya Allah menjadikan bagi kalian malam terus-menerus tanpa siang hingga hari kiamat, maka sembahan manakah selain Allah yang akan mendatangkan sinar siang, sehingga kalian dapat menerangi diri dengannya?”.
  اَ فَلاَ تَسْمَعُوْ نَ
 
Tidak diragukan lagi, dalam uslub ini terdapat cemoohan, teguran keras pada kepastian,

Apakah kalian tidak mendengar apa yang dikatakan kepada kalian sambil merenungi dan memikirkannya, sehingga kalian ingat dan mengetahui bahwa Tuhan kalian adalah Dia yang mendatangkan malam dan menghilangkan siang apabila Dia menghendaki, dan apabila Dia menghendaki pula Dia mendatangkan siang dan melenyapkan malam. Tidak seorang pun selian-Nya kuasa untuk melakukakn hal itu.
Kemudian Allah menjelaskan bahwa pergntian antara malam dan siang adalah karunia dan rahmat Allah :
 وَمِنْ رَّحْمَتِه جَعَلَ لَكُمُ اّلَيْلَ وَ النَّهَا رَلِتَسْكُنُوْ افِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِه
 

 وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
 
Diantara kasih sayang Allah terhadap kalian, wahai umat manusia ialah bahwa Dia telah menciptakan malam dn siang bagi kalian, serta mepergilirkan antara keduanya, Dia menjadikan malam gelap agar waktu itu kalian dapat memberikan istirahat kepada fisik kalian dari kelelahan mengerjakan berbagai urusan di waktu siang. Dan menjadikan siang terang agar pada waktu itu kalian dapat mengerjakan berbagai urusan penghidupan kalian dan mencapai rezeki-Nya yang Dia beagikan di anatara kalian dengan karunia-Nya.
Dan agar kalian siap untuk bersyukur kepada-Nya atas pemberian nikmat-Nya kepada kalian, serta agar kalian memurnikan pujian kepada-Nya semata, karena tidak ada sekutu pun yang menyertai-Nya dalam memberikan nikmat kepada kalian itu, tidak pula patut Dia mempunyai sekutu yang dipuji bersama-Nya.
Allah swt berfirman, menyebut di antara nikmat-nikmat yang diberikan kepada makhluk-Nya, ialah pergantian waktu malam dan siang yang menjadi kebuthan vital bagi kehidupan manusia, sehingga andaikata Allah menjadikan waktu malam it uterus-menerus tanpa diselingi oleh siang, niscaya akan membawa mudharat dan akan menjemukan serta membosankan dan sebaliknya jika seandainya Allah menjadikan siang it uterus-menerus tanpa diselingi malam, juga akan membawa mudharat, karena tubuh akan menjadi capek dan lemas dari gerak yang tidak hentinya tanpa istirahat. Karenanya Allah berfirman bahwa karena rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nyalah Allah menjadikan malam dan siang silih berganti; malam untuk beristirahat dan siang untuk berusaha dan bergerak mencari nafkah dan rezeki yang Allah mengkaruniakan bagi hamba-hamba-Nya. Maka hendaklah orang bersyukur kepada Allah atas nikmat dan karunia-Nya itu dengan berbagai ibdah di waktu malam maupun siang.
Ringkasan : sesungguhnya malam dan siang adalah dua nikmat yang silih berganti sepanjang masa. Setiap orang sangat membutuhkan keduanya, karena ia mesti butuh bekerja dalam hidupnya untuk memperoleh pangan, sedangkan hal itu tidak akan mudah ia peroleh jika tidak ada sianr siang, sebagaimana halnya pencarian rezeki tidak akan sempurna sebelum ia memperoleh istirahat di waktu malam. Tidak seorang pun kuasa melakukan hal itu selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa.
Diakhirinya kedua ayat dengan kalimat afala tasma’un (apakah kalian tidak mendengar) dan afala tubsirun (apakah kalian tidak melihat), dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa mereka tidka memanfaatkan pendengaran dan penglihatan, mereka diturunkan kepada kedudukan orang yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat.
2.      An-Nuur Ayat 44
Perhatikanlah awan itu, hai rasul yang mulia. Allah menggiringnya dengan kekuasaan-Nya, sebagai sesuatu yang dicitakan-Nya, kemudian menyatukan bagian-bagiannya yang terpecah dan menjadikan sebagiannya bertumpuk di atas sebagian yang lain, lalu menurunkan hujan dari belahan-belahannya, juga menurunkan dari hujan itu butiran-butiran embun yang besar, seakan gunung; kemudian menimpakan sebagian daripadanya kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Disamping itu, awan ini mengandung kilat yang menyambar dengan keras dan cepat, sehingga hampir-hampir menyambar penglihatan. Hal ini merupakan dalil terkuat yang membuktikan kesempurnaan kekuasaan Allah, karena sesuatu melahirkan sesuatu yang berlawanan dengannya, yaitu air melahirkan api.
Perhatikan pula pergantian siang dan malam dan keseimbangan keduanya dengan memperpanjang yang satu dan mengurangi yang lain, serta perubahan keadaan keduanya dengan panas dan dingin. Sesungguhnya dalam hal ini benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang berakal, karena hal itu merupakan dalil yang sangat jelas bahwa ia mempunyai pengatur yang tidak serupa dengan apapun.
 قَالَ اللهُ تَعَا لى : يُؤْذِيْنِيْ ابْنِيْ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَاَنَا الدَّهْرُ، بِيَدِى اْلأَ مْرُ، أَقَلِّبُ الّلَيْلَ وَالنَّهَار.
اأَخْرَجَهُ الْبُخَرِى وَمُسْلِمٌ
 
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw, bersabda :



“Allah Ta’ala berfirman : Anak Adam menyakiti Aku dengan memaki masa. Aku adalah masa; Aku-lah yang menguasai segala perkara; Aku mengatur malam dan siang.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
3.      An-Niba’ Ayat 10-11
Allah menjadikan tidur pada malam hari untuk beristirahat dari kesibukan pekerjaan pada siang hari, agar menghasilkan berbagai mata pencaharian. Dengan istirahat waktu tidur itu, manusia dapat mengembalikan daya dan kekuatan untuk melangsungkan pekerjaan pada keesokan harinya. Seandainya tidak diselingi oleh istirahat tidur tentu kekuatan siapapun akan merosot sehingga tidak dapat melangsungkan tugas sehari-hari.
Allah menjadikan malam sebagai pakaian. Maksudnya malam itu gelap menutupi permukaan  bumi sebagaimana pakaian menutup tubuh manusia. Hal itu berarti bahwa malam itu berfungsi sebagai pakaian bagi manusia yang dapat menutupi auratnya pada waktu tidur dari pandangan orang-orang yang mungkin melihatnya. Demikian pula sebagai pakaian, maka gelap malam itu dapat melindungi dan menyembunyikan seseorang yang tidur dari bahaya atau musuh yang sedang mengancam.
Allah menjadikan siang untuk berusaha dan mencari rezeki yang diperlukan dalam kehidupan dan untuk hidup bermasyarakat.
C.    PENJELASAN KOSA KATA SULIT AYAT PENCIPTAAN SIANG DAN MALAM.
1.     
 OçG÷ƒuäur&    
 
Surat Al-Qashash Ayat 71-73
-         
  اَلسَّرْ مَدْ
 
Ara’aytum               : beritahukanlah kepadaku.
-         
 لَعَمْرُكَ مَا اَمْرِى عَلَيَّ بِغُمَّةٍ
 
As-Sarmad              : yang terus-menerus dan sambung-menyambung. Tarafah menegaskan makna ini :

   نَهَارِى وَلاَ لَيْلِى عَلَيَّ بِسَرْمَدَ
 

š ÏmŠÏù َcqãYä3ó¡n@ 
 
“Demi kamu, sungguh perkaraku tidak membuatku berduka; tidak siangku, tidak pula malamku berlangsung terus-menerus.”
-          Taskununa fihi         : kalian tetap di dalamnya, seperti di dalam kerja keras.
2.      Surat An-Nuur Ayat 44
Yuzji : menggiring dengan lembut dan mudah.
Yu’allifu : menyatukan antara bagian-bagian dan potongan-potongannya.
Rukaman : bertumpuk-tumpuk, sebagiannya berada di atas sebagian yang lain.
Al-Wadqu : hujan.
Min Khilalihi : dari belahan-belahannya yang terjadi akibat pertumpukan; bentuk jamak dari khalal, seperti jibal jamak dari jabal.
Min jibalin : dari potongan-potongan besar yang menyerupai gunung.
As-Sina : sinar.
Yadzhabu bi ‘l-abshar : menyambar penglihatan karena sinarnya yang sangat kuat dan kedatangannya yang sangat cepat; seperti firman Allah di dalam surat Al-Baqarah :
ߊ%s3tƒ ä-÷Žy9ø9$# ß#sÜøƒs öNèdt»|Áö/r& ( ÇËÉÈ  
“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka.”
(Al-Baqarah , 2 ; 20).
Yuqallibu ‘l-Lahu al-laila wa ‘n-nahara : Allah mengatur malam dan siang, maka Dia mengambil kelebihan dari yang satu untuk ditambahkan kepada kekurangan yang lain, sehingga keduanya seimbang, serta mengubah keadaan keduanya dengan panas dan dingin.
Li’uli ‘l-abshar : bagi orang-orang yang berakal dan mempunyai mata hati.
D.    HUKUM YANG TERKANDUNG
Dari semua ayat diatas, maka kami menyimpulkan bahwa kita selaku manusia wajib meyakini adanya Allah.
Dan ayat diatas membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah swt, yang telah menciptakan siang dan malam.













BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Bahwa adanya siang dan mala mini membuktikan kekuasaan dan keesaan Allah. Allah mengatur siang dan malam, Allah mengambil kelebihan dari yang satu untuk ditambahkan kepada kekurangan yang lain. Sehingga terjadilah keseimbangan antara siang dan malam. Dan disini Allah menenrangkan kekuasaannya bahwa ia mempunyai pengaturan yang tidak serupa dengan apapun.















DAFTAR PUSTAKA
-          H. Salim Bahreisy, Tafsir Ibnu Katsier, Pt Ibnu Ilmu.
-          Ahmad Musthafa, Al-Maraghi, CV. Toha Putra Semarang.









































 

No comments:

Post a Comment